What is beauty ?
Suatu hari saya pernah iseng menanyakan hal itu sama beberapa orang teman-teman cowok. Bukan suatu kesimpulan absolut, tapi setidaknya bisa mewakili pemikiran kaum itu tentang kecantikan, bahwa menurut mereka :
§ Cantik adalah relatif, jelek adalah mutlak (sounds familiar, right ? J)
§ Cantik adalah Dian Sastro, Siti Nurhaliza, Tamara Bleszynski, and so on…yang kalau kita coba cari benang merahnya adalah perempuan berbadan ramping, berkulit putih, berambut panjang, dan berkelakuan ‘manis’.
§ Cantik adalah Sophia Latjuba, Krisdayanti, Britney Spears, and so on. Ternyata ada juga cowok yang mengasosiasikan kecantikan dengan keseksian.
§ Cantik itu yang muda. Imut dan cute seperti Winona Ryder.
§ Cantik itu cewek gue ! Nah, kategori yang ini,mengasosiasikan kecantikan dengan cinta. Memperkuat bahwa beauty is (really) in th eyes of the beholder, dan bahwa kecantikan itu ternyata dipengaruhi juga oleh teori relativitas.
Saya sendiri mencoba membuat beberapa catatan tentang kecantikan :
§ Cantik atau kecantikan adalah masalah asosiasi, unwritten rules yang ada di kepala dan akhirnya mendeskripsikan kecantikan itu sendiri.Misalnya tipikal kulit putih, rambut hitam panjang lurus, dan badan ramping yang sering mendominasi media massa kita, membuat kita mulai percaya bahwa yang seperti itulah yang disebut cantik.
Beberapa pekerjaan seperti pramugari,model atau peragawati,punya asosiasi yang kuat juga dengan kata cantik dan seksi.
Masalah asosiasi ini juga menjelaskan kecantikan dari sisi budaya seperti kaki kecil di Cina, telinga panjang di Dayak, dan juga kenapa konon, cowok-cowok yang lebih menyukai tipe nyaris dua dimensi ala model sementara cowok-cowok lainnya lebih menyukai badan montok berisi. Badan tipis ala model konon berasosiasi dengan keanggunan, sementara montok berisi berasosiasi dengan kemakmuran.
§ Kecantikan adalah masalah form and order, masalah bentuk dan susunannya, proposional atau gak. Saya malah pernah baca, bahwa semakin cantik seseorang, maka akan semakin simetris antara muka kanan dan kirinya.
§ Dan, ya, kecantikan adalah sesuatu yang relatif. Karena sekalipun media invasion sedemikian kuatnya membentuk persepsi kita tentang kecantikan, kadang kita melihat kecantikan sangat berbeda dengan aturan mainstream karena banyak faktor. Mungkin faktor psikologis yang rumit dan perasaan adalah penyebabnya.
But why do we talk about this anyway ? Penting ya, hari gini ngomongin kecantikan ?
Teman saya pernah bilang bahwa ada alasan kenapa Tuhan menciptakan keindahan, termasuk kecantikan. Itu adalah masalah eksistensi, dan saya setuju.
Trying to define our own definition about beauty not only gives us a lot of new thought about many things : about how sometimes the way we think about beauty is so cliché and typical, how sometimes we forget to seek beauty from something unseen, forget to seek it through feelings and emotion, how our mind is so controlled by the media to define what is beauty, and so on.
But the most important things, it left us with the big questions :
Am I beautiful ?
Am I considered beautiful ?
Well, ARE YOU ?
And do you think people would think that you are beautiful ?
And…does it still matter ?