Setahun Kemarin
Thursday, April 28th, 2005Di suatu pagi yang tak begitu cerah, aku terbangun terburu-buru, waktu menunjukkan sekitar 07.30 yang berarti 1/2 jam lagi kartu check lock di tempat kerja menandai merah, sementara waktu tempuh dari rumah ke tempat kerja sekitar 1 jam.
Tak terhiraukan lagi apakah bed cover telah dirapikan, apakah badanku bersih setalah mandi bahkan aku tak mengingat apa gigi telah tersikat atau belum ? Yang aku ingat hanya cepat-cepat dan -cepat, sebelum berpakaian motor aku starter sebentar untuk memanaskan mesinnya.
Bak penjahat yang dikejar-kejar motor kupacu dengan kecepatan yang tak stabil, yang terbayang hanya pandangan sinis dan teguran dari managemen kantorku ketika kartu check lock memberi tanda merah pada saat sampai di tempat kerjaku.
Melintas di jalan yang padat, mencoba menyalib kendaraan lain dan mengejar kendaraan lain yang berusaha melewati. Hujan gerimis menambah ketidakstabilan jalan raya yang padat di pagi hari.
Sekitar beberapa meter di depanku mobil minibus hitam perlahan berhenti mengikuti alur kendaraan yang masuk dari pertigaan seberang jalan.
Mencoba mengikuti laju motor yang berpapasan denganku kucoba menyalib kendaraan yang perlahan berhenti tadi. Perhitunganku ternyata tak tepat, jalan bergelombang dan mobil kijang gold dari arah berlawanan terlalu dekat, rem kemudian aku injak, plus rem tangan. Mungkin rem tangan terlalu pakem sehingga ban belakang sepeda motor yang kukendarai slip dan tiba-tiba aku terjatuh…………………………………
Motor terseret lebih cepat dari pada tarikan gravitasi terhadap badanku sehingga motor terjatuh beberapa meter dari aku yang aku ingat hanya tanganku berbenturan dengan salah satu bagian dari mobil kijang gold dari arah depanku…………………
Beragam hal melintas di benakku, mulai dari waktu terlambat semakin panjang, macet di jalan di tempat kejadian, kerusakan motor, atau mungkin akan berurusan panjang dengan polisi di lokasi itu. Tapi tiba-tiba……………………… nyeri menjalar dari radius (tulang) tangan kanan…………………………………………
Aku hanya mencoba menenangkan diri, tapi rasanya semakin perih ketika kulihat ternyata posisi tulang tanganku tidak seperti semula…akh…mungkin hanya keseleo… Tapi orang di sekitar jalan itu bahkan lebih panik… Beberapa orang mencoba membawaku ke pinggir jalan dan mencari pertolongan untuk membawaku segera ke rumah sakit.
Ketika aku tersadar, tim dokter telah menggips / menyemen dan memasangkan mytella / tali penggantung di daerah leher, dan menurutnya harus menonaktifkan fungsi fisologisnya sekitar 3 bulan…………………………
Suhanallah…aku hampir saja kehilangan fungsi tanganku. Aku hampir saja cacat dan tak dapat bekerja dengan tangan kananku. Atau mungkin aku meninggal seketika jika bukan tanganku tapi bagian vital dari tubuhku yang berbenturan keras dengan bagian kijang gold itu.
Suhanallah…bukan hanya terlambat tapi tak masuk untuk selamanya, cerita hidupku berhenti saat itu juga.
Suhanallah…sangat tipis perbedaan antara sehat dan sakit, tipis perbedaan antara tenang dan terburu-buru, juga ingat dan lupa. Tapi konsekuensinya tak sekecil dari yang aku kira.
Cerita ini terjadi setahun lalu ketika aku tidak punya persiapan untu kehilangan sesuatu yang berharga dari diriku……Bagaimana jika tidak hanya fungsi tangan ? Tapi seluruh hal yang menurut kita adalah milik kita meskipun bukan !
Kejadian ini bisa saja terjadi kapan saja pada siapa saja ! Siapkah kita ?????
Kenapa kita tidak berfikir untuk memanfaatkan fungsi organ yang diberikan kepada kita sebelum Ia mengambilnya. Sekarang, ya sekarang………
*Thanks to tT*