Archive for March, 2005

Jika Kau…

Wednesday, March 30th, 2005

Jika kau merasa lelah dan tak berdaya

dari usaha yang sepertinya sia-sia

Allah tahu betapa keras engkau sudah berusaha

Ketika kau sudah menangis sekian lama

dan hatimu masih terasa pedih

Allah sudah menghitung air matamu

Jika kau berpikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu

dan waktu serasa berlalu begitu saja

Allah sedang menunggu bersama denganmu

Ketika kau merasa sendirian

dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelepon

Allah selalu berada di sampingmu

Ketika kau berpikir bahwa kau sudah mencoba segalanya

dan tidak tahu harus berbuat apa lagi

Allah punya jawabannya

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal

dan kau merasa tertekan

Allah dapat menenangkanmu

Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan

Allah sedang berbisik kepadamu

Ketika segala sesuatu berjalan lancar

dan kau merasa ingin mengucap syukur

Allah telah memberkatimu

Ketika sesuatu yang indah terjadi

dan kau dipenuhi ketakjuban

Allah telah tersenyum padamu

Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi

dan mimpi untuk digenapi

Allah sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu

Ingat bahwa di mana pun kau berada atau ke mana pun kau menghadap

Allah Maha Tahu dan Maha Mendengar

Sebelum Kamu Mengeluh

Tuesday, March 22nd, 2005

Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.

Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa,
Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan.

Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk,
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.

Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri anda,
Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup.

Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu,
Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu,
Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya,
Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal di jalanan.

Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir,
Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.

Dan di saat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu,
Pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.

Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,
Ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa…

Kita semua menjawab kepada Sang Pencipta
Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan,
Tersenyum dan berterima kasihlah kepada Tuhan bahwa kamu masih hidup !

Life is a gift…
Live it…
Enjoy it…
Celebrate it…
And fulfill it.

Aku Adalah…

Tuesday, March 22nd, 2005

Aku adalah burung yang terbang di musim gugur untuk mencari daerah yang lebih hangat.

Menciumi matahari, udara, embun, dan awan-awan putih.

Aku adalah burung yang sayapnya lelah lalu bertengger di dahan yang rapuh.

Aku adalah burung merak yang angkuh mengibaskan ekornya, menantang semua yang memandang.

Aku diri, angkuh dalam ketakbermaknaan hidup.



Hari ini aku menjadi burung pipit kecil berwarna kecoklatan yang baru saja melatih otot-otot sayap untuk terbang. Aku terbang berputar seperti gasing, mengoyak udara, menukik merobek cakrawala. Pipit kecil sedang mencari negeri yang bernama negeri cinta atau negeri bahagia.

Aku adalah burung pipit kecil yang merindukan berita-berita cinta. Meloncat dengan loncatan-loncatan kecil di antara ranting pohon yang berdekatan. Sesekali terbang sambil mengembangkan sayap menjajal keberanian bertualang.

Aku adalah burung camar yang terbang di atas lautan luas, menukik tajam menyesap air laut berikut ikan-ikannya yang mengenyangkan. Kubiarkan air laut menyesah tubuhku dan aku terbang kembali tanpa basah. Aku mencari sesuatu yang sampai saat ini tak segera kutemui.

Bertemu, Cinta, Rindu, Mengapa ?

Tuesday, March 22nd, 2005

Kau tanya aku, mengapa kita harus bertemu ? Aku diam.

Kukira engkaupun tidak perlu bertanya, dan tidak perlu menjawab.

Waktu mengantar kita untuk bertemu.

Dan, kala engkau dan aku jatuh cinta. Itu soal lain.

Dan, saat kita menyadari cinta itu adalah bukan rel milik kita, kita menganggap, itu soal lain.

Kita lalui, kita jalani. Seakan tanpa beban.

Padahal di lubuk hati, di kalbu, di keseharian kita, resah itu ada.

Kemarin, saat engkau berjanji untuk bertemu, melepas rindu. Akupun mengiyakan, menyetujui.

Engkau katakan, aku gelisah. Ingin melepas, tapi tak kuasa.

Aku katakan, akupun begitu. Aku ingin, tapi kurasa aku tak mampu.

Pertemuan itu, kurasa hanya indah di angan. Tapi tiada akan meringankan rindu.

Aku kadang ingin, ya, kadang ingin, rindu itu ada, hanya sebatas ada. Engkaupun begitu.

Tapi tak lama, saat lain kau katakan tak bisa pindah. Tak bisa melepas jeratan rasa.

Aku ? Iya ! Akupun begitu.

Saat kau tanya lagi. Sebenarnya mengapa kita harus bertemu ?

Apakah hanya untuk menderita rindu ?

Aku tak bisa menjawab, tetap termangu.

Dan…Rindu itu sepertinya tak pernah berlalu.

Thank You…

Tuesday, March 22nd, 2005

Aku selalu berpikir tentang keindahan dalam sebuah syair. Aku selalu memikirkan teriakan jiwamu yang haus syair syahdu. Aku selalu berpikir untuk mengetuk hatimu dengan penghayatanku. Aku selalu berusaha membuat kau meratap, tersedu, terbahak, dan terguncang. Hari ini aku tidak mau berpikir. Aku ingin membiarkan jiwaku, perasaanku, dan imajiku bermain sesukanya. Boleh kan kalau hari ini aku tidak peduli dengan apa yang kau mau ? Bagaimana kalau kali ini kau yang mengikuti permainanku ? Tidak usah kau pakai kartu dan dadu untuk permainan ini. Cukup kau pakai intuisi dan kepekaan mata, hati, dan telinga untuk membaca syairku. Aku yakin kita bisa sama-sama menikmatinya tanpa harus memikirkan keinginan satu dengan yang lain. Amati baik-baik lirikku ! Kalau di dalamnya tidak terdapat apa-apa, itu bukan salahku. Salahmu sendiri yang tidak bisa menikahkan khayalku dengan khayalmu. Semua syair dan lirik di dunia ini tidak ada yang buruk. Yang buruk adalah perasaanmu yang selalu menghakimi tanpa bisa memberi contoh. Tidak salah kiranya kalau aku ingin menyumbangkan sesuatu untuk seniku ? Aku masih belum mau berhenti membangkitkan roh-roh dalam tulisanku. Karena itu adalah tugasku. Kau tahu apa tugasmu ? Tugasmu adalah memuji dan mencela. Maka lakukanlah itu ! Dunia ini sangat indah karena kau dan aku. Semua sudah memainkan perannya dengan baik. Kita tinggal menunggu Sang Pencipta menghentikan babak-babak ini. Aku percaya segala sesuatu yang aku buat pasti akan berdampak pada diriku sendiri, aku juga percaya semua yang aku dapat hingga saat ini adalah hasil kerja keras dan dukungan dari semua pihak. Rumput di halaman rumahku pasti akan berhenti tertunduk malu, bila aku menjadi orang yang tahu diri dan tahu berterima kasih. Aku juga paham kalau ucapan terima kasih itu tidak terlalu penting. Yang penting adalah isi hati dan ketulusan. Tapi aku tidak dapat mengungkapkan semua itu dengan transparan. Karena dadaku tidak terbuat dari plastik tipis yang menerawang sehingga orang bisa melihat dalamnya hatiku. Jadi sekarang aku ingin sekali mengungkapkan terima kasihku pada semua yang telah menjadikan aku seperti ini. Tulus atau tidaknya ungkapanku hanya aku dan Tuhan yang tahu. Bisa juga kau mempercayai ungkapanku sebagai sesuatu yang tidak bullshit. Tapi kau harus menjadi seseorang yang menghiasi hatimu dengan pikiran yang positif tanpa praduga yang tak beralasan.

Petuah Cinta

Tuesday, March 22nd, 2005

masih sendiri ku di sini,
sengat tajam dingin menerobos hati,
angin sayu mengiring rembulan berlalu
ruang sempit tak berdinding terus mengekang,
ada hati yang resah gundah,
mengharap asa yang tak pernah pagi

ada penat meronta buas tak terhalang,
memaksa nyali melupakan akal,
tak terasa hati telah leleh dari beku,
bak karang terjal hancur karena buih,
menyisakan pasir putih yang terbawa ke alam mimpi,
mimpi yang tak pernah nyata

kawan, hati bukanlah buih di bebiruan,
hati adalah karang terjal,
meski kokoh berbentang,
meski angkuh, tapi rapuh oleh buih
akan berkeping jua oleh buih menerpa

*************************
buih…
sekuat apapun kau memaksa untuk kau miliki
dia akan tetap sirna,
sekuat apapun kau memaksa untuk kau hilangkan,
dia akan tetap ada,
itulah cinta….

sobat……
jika kau memendam perasaaan yang membuatmu jadi seorang pengecut yang hanya berani bersembunyi di balik senyummu yang hambar,
jika kau menahan rasa yang selalu kau nomor sekiankan karena melihat sikap dan senyumnya
yang membuatmu bernyali ciut,
jika kau terpaksa mengurung harapan hanya karena takut kehilangan sebuah hubungan yang
kau inginkan lebih dari yang telah ada,
tak peduli kau laki-laki atau perempuan,
dengarkan hatimu.
asalkan dia masih hidup dan di manapun dia berada, yang kau butuhkan hanya sedikit
melupakan harga diri, gengsi dan egomu.
karena itu semua TAK PERNAH lebih mahal dari sebuah PENYESALAN

apapun hasilnya, itu berarti kau telah adil pada hatimu.

Semua pasti akan lebih baik, terlebih untuk hatimu,

karena kau telah mencoba mengangkat ke permukaan

tentang apa yang menjadi hak hatimu,

meski mungkin bukan akalmu.

Suara Tak Bersuara

Tuesday, March 22nd, 2005

Aku ingin bermain-main saja di sini.
Menemukan sesuatu kemudian membawanya pulang.
Pulang ke tanahku. Tanahku ! Yang menumbuhkan pohon-pohon ketamakan.
Yang menumbuhkan bunga-bunga cinta yang bermekaran.
Yang menumbuhkan aroma busuk, aroma wangi, bermacam-macam.

Aku ingin membawakan untukmu.

Aroma wangi, bunga cinta yang bermekaran.
Tapi, apa lacur?
Kadang aroma busuk dan ketamakan itu yang kugenggam.

Pernah, suatu waktu.
Kau lemparkan segenggam putik yang hampir mekar
Kujemput, mengharap akan mekar
Orang berteriak : haram jadah ! Itu tak pantas untukmu
Aku diam dalam tanya
Sungguh, bagiku engkau tidak pantas mendapatkan itu, bidadari

Kenangan akan duka dan ceria itu
akan menempel di langit-langit kamarku
Kamarku ? Tepatnya kamar mereka, yang aku tukar dengan keringat pesingku.

Apa yang dimaksud dengan CINTA ?

Thursday, March 17th, 2005

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
Ketika kita menangis?
Ketika kita membayangkan?
Ketika kita berciuman?
Ini karena hal terindah di dunia TIDAK TERLIHAT…
—————————————————-
Kita semua agak aneh…dan hidup sendiri juga agak aneh…
Dan ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya SEJALAN dengan kita…
kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan C I N T A…
—————————————————-
Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan
Orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan…
Tapi ingatlah…melepaskan BUKAN akhir dari dunia…
melainkan awal suatu kehidupan baru…
—————————————————-
Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis, mereka yang tersakiti,
mereka yang telah mencari…dan mereka yang telah mencoba
Karena MEREKALAH yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka…
—————————————————-
CINTA yang AGUNG
Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan MASIH peduli terhadapnya…
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH menunggunya dengan S E T I A…
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan
kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku turut berbahagia untukmu’
—————————————————–
Apabila cinta tidak berhasil…BEBASKAN dirimu
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas LAGI..
Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya…
tapi..ketika cinta itu mati…
kamu TIDAK perlu mati bersamanya…
—————————————————-
Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang…
MELAINKAN mereka yang tetap T E G A R ketika mereka jatuh
Entah bagaimana…dalam perjalanan kehidupan, kamu belajar tentang dirimu sendiri…
dan menyadari…bahwa penyesalan tidak seharusnya ada…
HANYALAH penghargaan abadi atas pilihan2 kehidupan yang telah kau buat
—————————————————-
TEMAN SEJATI…mengerti ketika kamu berkata " A k u l u p a . . "
Menunggu selamanya ketika kamu berkata " T u n g g u s e b e n t a r "
Tetap tinggal ketika kamu berkata " T i n g g a l k a n a k u s e n d i r i "
Membuka pintu meski kamu BELUM mengetuk dan berkata " B o l e h k a h s a y a m a s u k ? "
—————————————————-
MENCINTAI…

BUKANlah bagaimana kamu melupakan…
melainkan bagaimana kamu MEMAAFKAN…
BUKANlah bagaimana kamu mendengarkan…
melainkan bagaimana kamu MENGERTI…
BUKANlah apa yang kamu lihat…
melainkan apa yang kamu RASAKAN…
BUKANlah bagaimana kamu melepaskan…
melainkan bagaimana kamu BERTAHAN…
—————————————————-
Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati…
Dibandingkan menangis tersedu-sedu…
Air mata yang keluar dapat dihapus, sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka yang tidak akan pernah H I L A N G…
—————————————————
Dalam urusan cinta, kita SANGAT JARANG menang…
Tapi ketika CINTA itu T U L U S , meskipun kalah, kamu TETAP MENANG hanya karena kamu berbahagia…dapat mencintai seseorang…
LEBIH dari kamu mencintai dirimu sendiri…
—————————————————-
Akan tiba saatnya di mana kamu harus berhenti mencintai seseorang
BUKAN karena orang itu berhenti mencintai kita
MELAINKAN karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita
melepaskannya
—————————————————
Lebih baik menunggu orang yang kamu inginkan
DARIPADA berjalan bersama orang "yang tersedia"
Lebih baik menunggu orang yang kamu cintai
DARIPADA orang yang berada di "sekelilingmu"
Lebih baik menunggu orang yang tepat
karena hidup ini terlalu singkat untuk dibuang dengan hanya "seseorang"
—————————————————-
Kadang kala, orang yang kamu cintai adalah orang yang PALING menyakiti hatimu
dan kadang kala, teman yang membawamu ke dalam pelukannya dan menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari
—————————————————
Ucapan yang keluar dari mulut seseorang, dapatlah membangun seseorang tapi juga dapat menjatuhkannya juga…
bila diucapkan bukan pada orang, waktu, dan tempat yang tepat bukanlah sesuatu yang bijaksana…
Ucapan yang keluar dari mulut seseorang, dapatlah berupa kebenaran atau dapat juga berupa kebohongan untuk menutupi isi hati…
Kita dapat mengatakan apa saja dengan mulut kita, tapi isi hati kita yang sebenarnya
tidak dapat dipungkiri…
Apabila anda hendak mengatakan sesuatu, tataplah mata anda di cermin…
lihatlah kepada matamu…dari situlah terpancar seluruh isi hati Anda

dan kebenaran dapat terindra oleh Anda
Masih adakah prana cinta di sana ?