Rumah Tak Berdinding

September 9th, 2007 by dyna

Aku mengerti bahwa hidup ini hanya merupakan sebuah rangkaian aksi yang berkesinambungan. Sebuah rangkaian cerita yang tak pernah dirumuskan ataupun ditulis secara nyata. Sebuah rutinitas kompleks yang dibentuk oleh keinginan, harapan, dan pemberontakan.

Aku bercermin dari kepribadian orang-orang yang tak pernah memikirkan suatu tujuan. Mereka menghadapi masa depan yang tenang tanpa ada sebuah asa yang berarti. Mereka bersikap seolah-olah hidup ini telah memiliki skenario yang pasti bagi masing-masing mereka. Mereka seolah-olah lupa akan jaminan perubahan yang dijanjikan kepada mereka apabila mereka berusaha menemukan arti kehidupan yang lebih baik.

Aku tak pernah melihat sebuah gemerlapnya hidup yang seharusnya tercermin dari paras wajah mereka. Aku tidak menemukan kualitas hidup dari mereka. Sebuah ideologi kuno dan budaya turunan yang sangat bertentangan dengan sejengkal ilmu yang kumiliki. Sebuah pemberontakan minoritas yang muncul dari hati kecil yang selalu mendambakan arti perjalanan jiwa yang lemah.

Mungkinkah keberanian untuk berbeda ini tidak beralasan ? Apakah hanya sebuah ledakan tak berarti yang muncul karena hormon yang sedang bergejolak ? Atau mungkin sebuah bukti bahwa hanya sebagian kecil manusia yang kuat dan berkeinginan untuk mencari realitas demi membuktikan bahwa skenario hidup yang selama ini dianggap kompleks dan rumit merupakan sebuah garis lurus fleksibel yang dapat dibentuk apabila kita berkehendak dan mencoba mengubah bentuknya agar dapat menyuarakan sedikit senyuman ?

Mungkin semuanya terasa sangat membingungkan yang mungkin bisa membuatku tersesat dan terlalu jauh berjalan. Aku takut otak kecil ini tidak kuasa mengolah semua kerancuan pengertian yang selama ini menuntun kemudi hati ini. Aku takut punggung ini tak dapat menemukan dinding sandaran untuk menopang letihnya. Aku takut akan kenyataan bahwa manusia itu sebenarnya hanyalah sebuah bentuk ketidakmampuan dengan sifat arogan yang berlebihan. Tapi bukankan karena itu kita hidup bertuhan ?

I Am

September 9th, 2007 by dyna

I am…
a daughter
a sister
a grand-daughter
a niece
a cousin
a friend

I am…
a partner
a student
a young girl
a grown woman

I am…
confident and scared
terrified and excited

I am…
loving and caring
thoughtful and hopeful

I am…
sick and tired

I am…
shy and friendly
carefull and carless

I am…
broken and whole

I am…
misunderstood,
misguided,
and mislead

I am…
hard working and determined
but a little scared on the inside

I wish on stars and dream my dreams
I pray to God and cry my tears
I smile on the outside while I’m dying on the inside
I listen to others who won’t listen to me
I walk on eggshells and I walk on fire
I believe in passion but not true love
I love you and I push you away
I want you but not so close
I am everything and nothing all at once
And all I want is for you to

LOVE ME

I Want

September 9th, 2007 by dyna

I want a guy who calls you beautiful instead of hot
who calls you back when you hang up on him
who will stay awake just to watch you sleep

The boy who kisses your forehead
who wants to show you off to the world
who holds your hand in front of his friends
who thinks you’re just as pretty without make up on

The one who constantly reminding you of how much he cares about you
and how lucky he is to have you

Sebuah Kesaksian

September 28th, 2005 by dyna

Aku melepasmu saat violet merah baru saja merekah
Dengan berpura-pura tegar kumelepas genggaman keyakinan
Bintang timur pun baru saja pulang saat suaramu mengalun
Ukhhh… Aku terdampar lagi di sudut jiwaku

Aku menunggu lagi semerbak cendana yang kau kibaskan
Aku menunggu kembali siluet merah muda dalam balutan senyummu

Aku berdiri setegar karang, melapuk bak bebatuan
Aku tenang dan tak sanggup menanti

Pergilah, pergilah saja
Aku berharap engkau menjadi aurora mewarnai sepi malamku
Aku menanti kedipan bintang yang terkirim dari kedipan mata lentikmu

Pergi, pergilah saja
Belum selesai sketsa wajahmu kulukis, belum selesai puisi-puisi kubuat
Aku di sini kehilangan sekeping,
aku tak mampu menyelesaikan mozaik ini lagi

Aku malu pada semesta
Aku tak tahu harus berkata apa pada karang dan bebatuan
Kututup muka jika bertemu angin
Tak kuasa melangkah di atas mayapada ini

Tak perlu air mata tuk melihat sedih
Tak perlu derai tawa tuk melihat bahagia
Pergilah, pergilah saja karena aku tak menunggumu
Aku bersedih…

– thank’s to k’al –

Birds

September 28th, 2005 by dyna

I wonder who decicded that the birds are free.

Even though they can fly as they desire, if there isn’t a place to land or a branch where they can rest their wings, they may even regret having wings to fly.

The true freedom might mean having a place to return … (">)

Cinta Memilihmu

August 30th, 2005 by dyna

janganlah menghindari aku

kuingin kau di sini

tak bisakah kau terima

bila ku tak sempurna

saat ku pandang bintang-bintang

lebih indah dirimu

cahayanya memang terang

tapi dirimu itu menakjubkan

tahukah saat godaan datang

aku pilih kau

tahukah saat ku hilang arah

aku pilih kau

dan berakhirnya di dirimu

sesungguhnya ku tak memilih

cinta lah memilihmu

takkan pernah kuhindari

karna dirimu buatku bahagia

Wanita

August 29th, 2005 by dyna

Ia lembut bukan untuk diinjak,

rumput yang lembut akan dinaungi oleh pohon yang kokoh dan rindang.

Jika lelaki berpikir tentang perasaan wanita,

itu sepersekian dari hidupnya…

tetapi jika perempuan berpikir tentang perasaan lelaki,

itu akan menyita seluruh hidupnya…

karena perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki,

karena perempuan adalah bagian dari laki-laki…

apa yang menjadi bagian dari hidupnya,

akan menjadi bagian dari hidupmu.

Keluarganya akan menjadi keluarga barumu,

keluargamu pun akan menjadi keluarganya juga.

Sekalipun ia jauh dari keluarganya,

namun ikatan emosi kepada keluarganya tetap ada karena ia lahir dan dibesarkan di sana…

karena mereka,

ia menjadi seperti sekarang ini.

Perasaannya terhadap keluarganya,

akan menjadi bagian dari perasaanmu juga…

karena kau dan dia adalah satu…

dia adalah dirimu yang tak ada sebelumnya

A Blinded Battlefield

August 9th, 2005 by dyna

In a battlefield to win our prince charming then a ‘live-happily-ever-after’ ending, we might lose. A lot.

To someone who is more beautiful.

To someone who is richer.

To someone who is more popular.

To someone’s hotter,

Smarter,

Funnier,

Nicer, and so on.

Well, finding the ultimate perfect guy is almost impossible, yet tiring and heart breaking. But, do we stop ? (I don’t, or at least I haven’t J)

Kita benci kekalahan, kan ? Tapi kayaknya bakalan lebih menyedihkan kalau kita gak belajar sesuatu dari hal itu :

§  Bahwa terkadang kita sering dibutakan oleh ‘kecantikan’ laki-laki (uang, kekuasaan, atau tampang, bahkan kadang semuanya ada dalam satu paket) dan merasa kita telah menemukan laki-laki hebat yang sempurna yang kita cari selama ini tanpa mempertimbangkan bahwa di balik semua itu mungkin mereka bukan yang terbaik untuk kita.

§  Waktu kita mengeluh tentang cowok-cowok yang cuma melihat fisik daripada sifat-sifat dan kualitas menyenangkan, mandiri, cerdas yang kita punya, kadang kita lupa bahwa kita juga sering berlaku sama terhadap mereka. Waktunya kita melihat lebih dari yang terlihat, ya kan ?

§  Kita gak butuh memenangkan seorang Ken atau pangeran super ganteng yang layak untuk membuktikan bahwa kita spesial dan cantik.

§  Sebetulnya ini kompetisi yang gila. Gimana gak, dibutuhkan banyak keberanian, cinta, keyakinan, hati lapang dan terbuka, dan juga kebijaksanaan supaya kita bisa melewati masa-masa menyakitkan di ‘medan pertempuran’ di mana cincin dan sumpah setia adalah hadiahnya. Padahal gak ada label ‘satisfaction guarantee’ juga tuh, sekalipun kita menang. Yang artinya, cincin bisa sekadar cincin, dan janji tinggal janji. Ya gak ? J

§  Pejuang cinta sejati tahu banget kapan harus berhenti berjuang, pasrah, dan mulai belajar melepaskannya.

§  We shouldn’t let anyone or anything break us down, or makes us think that we are not good enough for him, or there’s something wrong with us, simply just because we are not the chosen one. Not easy to handle, but it is sure a blessing in disguise.

§  Hidup juga gak cuma soal menemukan pangeran impian, kan ?

§  Fairy tales do come true. Pangeran ganteng kaya berjodoh dengan putrid nan cantik jelita yang punya segalanya. Mereka betulan ada. Bukan buat bikin kita down dan berpikir dunia ini gak adil, tapi untuk kita belajar kalau, ya…that’ the way life is. Some things are just meant to be together.

§  Dengan semua kekalahan dan kekecewaan yang pernah kita rasa, mungkin pelajaran sesungguhnya adalah waktu kita masih bisa senyum dan bersyukur, berpikir bahwa kita sempurna apa adanya, dan yakin bahwa bakalan betul’betul ada prince charming kita yang sejati, yang akan berpikir seperti itu tentang kita. Dia, yang bakalan tetap bilang kita cantik dan sempurna sekalipun kita sedang gosok gigi. So, keep loving and die trying ? J

Wanna add and share some more lessons ?

Defining Beauty

August 9th, 2005 by dyna

What is beauty ?

Suatu hari saya pernah iseng menanyakan hal itu sama beberapa orang teman-teman cowok. Bukan suatu kesimpulan absolut, tapi setidaknya bisa mewakili pemikiran kaum itu tentang kecantikan, bahwa menurut mereka :

§  Cantik adalah relatif, jelek adalah mutlak (sounds familiar, right ? J)

§  Cantik adalah Dian Sastro, Siti Nurhaliza, Tamara Bleszynski, and so on…yang kalau kita coba cari benang merahnya adalah perempuan berbadan ramping, berkulit putih, berambut panjang, dan berkelakuan ‘manis’.

§  Cantik adalah Sophia Latjuba, Krisdayanti, Britney Spears, and so on. Ternyata ada juga cowok yang mengasosiasikan kecantikan dengan keseksian.

§  Cantik itu yang muda. Imut dan cute seperti Winona Ryder.

§  Cantik itu cewek gue ! Nah, kategori yang ini,mengasosiasikan kecantikan dengan cinta. Memperkuat bahwa beauty is (really) in th eyes of the beholder, dan bahwa kecantikan itu ternyata dipengaruhi juga oleh teori relativitas.

Saya sendiri mencoba membuat beberapa catatan tentang kecantikan :

§  Cantik atau kecantikan adalah masalah asosiasi, unwritten rules yang ada di kepala dan akhirnya mendeskripsikan kecantikan itu sendiri.Misalnya tipikal kulit putih, rambut hitam panjang lurus, dan badan ramping yang sering mendominasi media massa kita, membuat kita mulai percaya bahwa yang seperti itulah yang disebut cantik.

Beberapa pekerjaan seperti pramugari,model atau peragawati,punya asosiasi yang kuat juga dengan kata cantik dan seksi.

Masalah asosiasi ini juga menjelaskan kecantikan dari sisi budaya seperti kaki kecil di Cina, telinga panjang di Dayak, dan juga kenapa konon, cowok-cowok yang lebih menyukai tipe nyaris dua dimensi ala model sementara cowok-cowok lainnya lebih menyukai badan montok berisi. Badan tipis ala model konon berasosiasi dengan keanggunan, sementara montok berisi berasosiasi dengan kemakmuran.

§  Kecantikan adalah masalah form and order, masalah bentuk dan susunannya, proposional atau gak. Saya malah pernah baca, bahwa semakin cantik seseorang, maka akan semakin simetris antara muka kanan dan kirinya.

§  Dan, ya, kecantikan adalah sesuatu yang relatif. Karena sekalipun media invasion sedemikian kuatnya membentuk persepsi kita tentang kecantikan, kadang kita melihat kecantikan sangat berbeda dengan aturan mainstream karena banyak faktor. Mungkin faktor psikologis yang rumit dan perasaan adalah penyebabnya.

But why do we talk about this anyway ? Penting ya, hari gini ngomongin kecantikan ?

Teman saya pernah bilang bahwa ada alasan kenapa Tuhan menciptakan keindahan, termasuk kecantikan. Itu adalah masalah eksistensi, dan saya setuju.

Trying to define our own definition about beauty not only gives us a lot of new thought about many things : about how sometimes the way we think about beauty is so cliché and typical, how sometimes we forget to seek beauty from something unseen, forget to seek it through feelings and emotion, how our mind is so controlled by the media to define what is beauty, and so on.

But the most important things, it left us with the big questions :

Am I beautiful ?

Am I considered beautiful ?

Well, ARE YOU ?

And do you think people would think that you are beautiful ?

And…does it still matter ?

Beauty Excuse

August 8th, 2005 by dyna

Ada satu joke favorit saya dari film Murder Of Crows-nya Cuba Gooding Jr. :

Adam  : “Tuhan, kenapa Kau menciptakan Eve begiiitu…cantik dan begiiitu…indah ?”

Tuhan : “Ya…supaya kamu bisa mencintainya, Adam.”

Adam  : “Tapi Tuhan,kenapa Kau menciptakan Eve begitu bodoh ?”

Tuhan : “Ya…ya supaya dia bisa mencintai kamu, Adam !”

Hehehe…mungkin kamu akan berpikir “kurang ajar…enak aja kita dibilang bodoh.” But look at the bright side, kita konon ‘dibuat’ bodoh’ supaya bisa mencintai seorang ‘Adam’, kan ?

Teman saya, cowok, pernah bilang kalau menurut dia dan teman-temannya,laki-laki adalah makhluk visual, jadi kecantikan seorang perempuan itu adalah faktor penting untuk membuat mereka jatuh cinta. Walaupun pada akhirnya dia bilang bahwa kecantikan yang dimaksud di situ adalah (lagi-lagi) relatif menurut individu tiap laki-laki.

Tapi saya jadi berpikir, apakah kecantikanlah yang membuat seorang perempuan dicintai pertama kali ? Yang artinya semakin cantik, dia akan semakin (mudah) untuk dicintai ?

Lalu, banyak cerita di sekitar kita tentang betapa kecantikan bisa membuat segala sesuatu menjadi mudah. Antrean panjang di ATM mendadak menjadi singkat lewat ‘bantuan tak terduga’, sebuah kursi ‘sukarela’ di sebuah bis yang penuh padat, pekerjaan dan posisi tertentu, posisi istimewa di lingkungan karena kecantikan membuat pemiliknya menjadi popular, dan lain sebagainya.

Ada sebuah acara televisi, mirip Candid Camera yang pada sebuah episode memberi umpan seorang perempuan cantik meminta pertolongan pada pejalan kaki tak dikenal (laki-laki tentunya). Sang umpan cantik ini berpura-pura barangnya terjatuh ke dalam gorong-gorong. Hasilnya sungguh mencengangkan ! Betapa kecantikan itu bisa membuat orang-orang menjadi begitu ringan tangan, very helpful and thoughtful, karena ketika si cantik itu diganti dengan perempuan ‘biasa’, pertolongan yang didapat sangat jauh berkurang dari pada ketika si cantik yang menjadi korban.

Being beautiful is advantageous.

No doubt about it.

Questions then :

Is that why we are dying to look and to be considered beautiful ?

To make some guys fall for us ?

To get us the perfect job ?

To make our life easier ?

To take a lot of advantages ?

What’s your excuse for becoming beautiful ?